Dying Light 2 Ditargetkan Rilis Tahun 2021 Ini

Developer Techland baru-baru ini telah merilis sebuah video yang berisikan berbagai update mengenai pengembangan game zombie parkour mereka, Dying Light 2. Dimana update ini berisikan potonga gameplay baru, selain itu, pihak studio juga mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk merilis game ini pada tahun 2021 ini.

Kabar mengenai perilisan Dying Light 2 sendiri hampir tidak terdengar sejak game ini ditunda pada tahun lalu, namun video yang dirilis pada hari ini oleh Techlands ditutup dengan sebuah slash card yang menampilkan tahun 2021. Mengenai kapan game ini akan dirilis pada tahun ini, sayangnya informasi tersebut tidak diberikan secara spesifik.

“Ini adalah proyek yang besar dan kompleks dan kami membutuhkan waktu untuk memastikannya sesuai dengan visi kami,” ungkap seorang developer dalam video tersebut. “Kami semua di sini menaruh hati kami untuk memberikan game yang akan terus kalian mainkan selama berbulan-bulan. Kami akan sesegera mungkin mulai membicarakan mengenai Dying Light 2.”

Lead designer dari Dying Light 2, Tymon Smektala, mengatakan dalam video tersebut bahwa tim yang ada di techland “membutuhkan kepercayaan dan dukungan karena hal ini yang memotivasi kami, terutama saat ini, ketika keadaan sedang sulit untuk semuanya.” Ia mengatakan bahwa tim pengembang bangga untuk memiliki fan base yang setia, dengan cara apapun mengekspresikan perasaan mereka – hal ini merupakan acuan yang dilakukan pada awal video, ketika tim developer membacakan beberapa tweet yang bernada marah dari para fans kepada mereka, dan ia meminta para fans untuk dapat bersabar, setidaknya “sedikit lebih lama” lagi.

Video tersebut kemudian dipotong yang menampilkan video gameplay yang berdurasi sekitar 30 detik, sebelum akhirnya ditutup dengan sebuah splash screen yang menampilkan tahun 2021. Dari hal ini, tampaknya Techland berencana untuk merilis Dying Light 2 pada tahun ini.

sumber: IGN

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: