EA Hampir Pernah Membeli Bethesda

Menjadi topik berita yang hangat diseluruh dunia pada minggu kemarin, Microsoft telah membuat pengumuman bahwa mereka mengakuisisi ZeniMax Media, perusahaan induk dari video game raksasa Bethesda. Segera saja, pembicaraan bergeser menjadi apa yang akan terjadi dengan franchise besar milik publisher tersebut, dimana banyak yang berspekulasi bahwa game The Elder Scrolls, Fallout, Doom, dan yang lainnya akan menjadi game eksklusif Xbox.

Namun, pada waktu yang lain, mungkin perbincangan mengenai hal tersebut tidak akan jauh berbeda, dimana Bloomberg belum lama ini melaporkan bahwa EA pernah bernegosiasi untuk membeli perusahaan induk dari Bethesda. Mengenai kapan dilakukannya negosiasi tersebut dan seberapa jauh negosiasi tersebut tidak disebutkan, namun tentunya akan menjadi menarik jika perusahaan seperti EA yang berhasil mendapatkan ZeniMax Media.

“Sama seperti di Hollywood, franchise seperti Fallout, dan Elder Sctolls tetap berharga, karena konsumen terus memainkannya secara online dan membeli update dan item di dalam game,” Bloomberg mengakui hal tersebut saat membahas kesepakatan 7,5 miliar USD antara Microsoft dengan ZeniMax. Diskusi tersebut mengagetkan ketika CEO ZeniMax, Robert Altman mengatakan bahwa ia telah berencana untuk menjual ZeniMax selama beberapa tahun ini, dan di satu titik hampir pernah mencapai kesepakatan dengan Electronic Arts Inc. Tentunya jika hal tersebut terjadi, EA akan memiliki akses kepada beberapa developer ternama, seperti Bethesda Games Studios, dan id Software.

Dilihat dari EA, ketika mendapatkan berbagai reputasi negatif selama bertahun-tahun, tentunya hal tersebut bukanlah skenario yang bagus untuk para gamer. Meski ia telah memiliki beberapa developer terbaik dalam industri game, seperti Bioware dan Respawn Entertainment, banyak yang kecewa dengan publisher tersebut atas perlakuan mereka kepada para pemain dan IP mereka sendiri.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: