Game Indonesia, Parakacuk Ditunda Hingga Tahun Depan

Parakacuk, sebuah game yang dikembangkan oleh developer game tanah air, Gamecom Team, terpaksa ditunda perilisannya.

Game yang memilik gameplay yang terinspirasi dari game Bully milik Rockstar dan game-game Yakuza, sebelumnya dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2021 ini, dimana para gamer akan berperan menjadi seorang murid bernama Budi.

Sebelumnya, game ini telah memiliki sebuah demo di Steam yang menampilkan seberapa besar potensi dari game ini, namun juga menampilkan beberapa permasalahan yang harus di selesaikan sebelum dirilis. Dan tidak lama kemudian, demo Parakacuk ditarik sementara, sehingga tidak sedikit gamer yang bertanya bagaimana nasib game ini.

Melalui salah satu akun media sosial Gamecom Team dan Steam. Sang developer memberikan pengumuman bahwa perilisan game mereka ini akan ditunda hingga tahun 2022 mendatang.

Dalam postingan pengumuman tersebut diungkap alasan mereka mengeluarkan demo dan rencana untuk merilis versi full-nya pada tahun 2021 ini. Disebutkan bahwa terdapat permasalahan internal sehingga mereka sendiri tidak mengetahui apakah mereka bisa bertahan lama atau tidak. Sehingga mereka memaksakan diri untuk merilis game Parakacuk sebagai sebuah game yang memang mereka inginkan dan yang kemungkinan akan menjadi game terakhir dari Gamecom Team, serta “untuk mendapatkan feedback dari versi demo sesegera mungkin.”

Namun, meski penundaan sebuah game membuat para gamer yang menunggunya kecewa, penundaan Parakacuk merupakan sebuah berita baik bagi gamenya sendiri dan pihak developer. Sang developer melanjutkan bahwa pada awal tahun 2021 ini mereka berhasil mengatasi masalah internal, dan oleh sebab itu mereka menunda perilisan Parakacuk ke 2022 agar bisa mengembangkan game tersebut semaksimal mungkin.

Parakacuk sendiri ketika dirilis akan dihadirkan di platform PC via Steam. Sejauh ini masih belum diketahui apakah game ini akan dihadirkan untuk platform konsol atau tidak.

Sumber: Steam

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: