Grand Theft Auto 6 Tidak Akan Menyebabkan Perilaku Kekerasan
Debat Dari Era 90An
Raden Erlangga – Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive, dengan tegas menolak klaim bahwa video game seperti GTA 6 dapat menyebabkan kekerasan. Dalam wawancara dengan CNBC, Zelnick menyatakan:
“Hiburan tidak menciptakan perilaku, hiburan mencerminkan perilaku. Hiburan memberi orang kesempatan untuk melepaskan perasaan, terlibat dalam perasaan, dan menceritakan kisah. Gagasan bahwa hiburan menciptakan perilaku telah diuji dan dibantah berulang kali”.

GTA dan Kontroversi Moral
Seri Grand Theft Auto bukanlah hal baru dalam kontroversi moral seputar video game. GTA 3, yang dirilis pada tahun 2001, dianggap sebagai lompatan besar dalam industri game dengan genre open world 3D yang realistis. Namun, game ini juga menjadi sasaran kritik karena memungkinkan pemain melakukan tindakan kriminal seperti membunuh polisi dan menabrak pejalan kaki.

Media barat sering kali menyalahkan game ini sebagai pemicu perilaku kekerasan, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Dan ini tidak hanya terjadi di tahun-90 an saja ketika game seperti Mortal Kombat, Postal atau Doom menjadi perdebatan, GTA V saja pada kala itu juga menjadi salah satu topik hangat dalam perdebatan kekerasan di video game.
Mengapa Debat Ini Terus Berlanjut?
Meskipun bukti ilmiah menunjukkan bahwa video game tidak menyebabkan kekerasan, debat ini terus berlanjut setiap kali ada insiden kekerasan atau rilis game kontroversial. Zelnick menegaskan bahwa GTA 6, seperti pendahulunya, adalah bentuk hiburan yang dirancang untuk bercerita dan memberikan pengalaman imersif, bukan untuk memengaruhi perilaku pemain.
Jangan lupa follow semua media sosial Share Button Media buat selalu update di dunia dalam gaming!