Karyawan Microsoft Curi 145 Miliar Rupiah Dengan Menggunakan Gift Card

Etalase digital merupakan sebuah cara yang mudah untuk berbelanja, namun hal apapun yang berhubungan programing tentunya memiliki permasalahan seperti bug. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, perusahaan seperti Microsoft memperkerjakan kontraktor untuk melakukan transaksi palsu, dan menuliskan kesalahan apa saja untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Namun ketika salah satu kontraktor ini menemukan sebuah glitch mengenai gift card, ia menggunakannya untuk keuntungannya sendiri.

Seperti yang dilaporkan oleh pihak Bloomberg, Volodymyr Kvashuk awalnya datang ke Amerika Serikat untuk menghadiri pernikahan bibinya. Setelah di sana, ia menikmati kemewahan yang ia bisa nikmati, dan kemudian menetap dengan sebuah pekerjaan dibidang teknologi. Kemudian, ia dipekerjakan oleh Microsoft pada tahun 2016 untuk menjadi bagian tim yang menguji bug di etalase perusahaan digital dengan membeli barang-barang fisik dengan kartu kredit palsu yang di sediakan.

Kvashuk kemudian melakukan percobaan dengan etalase digital tersebut, dan menulis laporan kesalahan dengan rekan kerjanya, hingga ia penasaran, dan menambahkan Xbox Gift Card ke cart untuk mencoba transaksi tersebut. Setelah selesai, ia menemukan bahwa Microsoft Store telah memberikannya sebuah kode gift card yang bisa digunakan. Normalnya, kesalahan fatal semacam ini di dalam sistem akan dilaporkan dan di tangani, namun Kvashuk terus mengeksploitasinya dan terus menggunakannya.

Selama dua tahun, Kvashuk akan menggunakan eksploitasi tersebut untuk mengumpulkan berbagai kode dengan jumlah yang bervariasi, dan menjualnya ke seller lainnya di market cryptocurrency untuk Bitcoin. Ia memiliki spreadsheet dan USB yang berisikan kode gift card Microsoft, dan dinyatakan bersalah atas semua tuduhan setelah Microsoft menemukannya. Kvashuk mengatakan bahwa ia tidak tahu akan berakhir menjadi seperti ini, mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin ilegal karena bukanlah “uang sungguhan.”

Kvashuk akhirnya dijatuhkan hukuman penjara selama sembilan tahun, dan kemungkinan akan di pulangkan kembali ke Ukraine setelah masa hukumannya selesai.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: