Nintendo Switch OLED Awalnya Dimaksudkan Untuk Memiliki Kemampuan 4K

Bagi para penggemar Nintendo, Oktober merupakan sebuah bulan yang mnarik bagi mereka, terutama dengan akan diungkapnya fighter DLC selanjutnya untuk Super Smash Bros., bersamaan dengan perilisan Nintendo Switch OLED. Versi baru dari Switch ini telah ditampilkan di Jepang, dan tidak sedikit yang memuji konsol ini, seperti layar dan fitur lainnya. Tepat sebelum konsol ini dirilis, terdapat laporan yang mengatakan bahwa Switch OLED pada awalnya dimaksudkan untuk dapat mendukung 4K.

Sebelumnya terdapat sejumlah rumor seputar Nintendo Switch Pro. Rumor tersebut dengan cepat menghilang dengan pengumuman OLED dan sebuah pengumuman dari Nintendo yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana apapun untuk model Switch yang lainnya. Meski model OLED ini memiliki layar baru, dan mendukung koneksi kabel, banyak gamer yang cukup kecewa karena model ini tidak memiliki kemampuan grafis 4K.

Dilansir dari sebuah laporan oleh Bloomberg, sejumlah karyawan dari studio pengembangan telah membagikan secara anonim bahwa perusahaan mereka memegang sebuah dev kit dari Nintendo yang menghadirkan fitur 4K untuk Switch. Ketika mendapatkan perangkat tersebut, mereka diberitahu untuk mencoba dan berfokus untuk membuat game yang secara khusus menggunakan upgrade tersebut, dimana 4K merupakan hal yang besar untuk market saat ini. Laporan tersebut juga kemudian menyebutkan bahwa para developer ini kaget ketika model baru diumumkan tanpa dukungan atas apa yang telah mereka suruh fokuskan.

Bloomberg kemudian berbicara dengan orang yang mengetahui lebih lanjut mengenai rencana hardware Nintendo, dan tampaknya fitur tersebut dipotong karena kelangaan rantai pasok di Nvidia karena pandemi. Konsol tersebut awalnya dilaporkan berisikan sebuah chip oleh Nvidia yang berfokus pada 4K yang tidak dapat disuplai tepat waktu, jadi Switch OLED hadir tanpa hal tersebut.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: