Phil Spencer Mengevaluasi Kembali Hubungannya Dengan Activision

Bos dari Xbox, Phil Spencer belum lama ini telah mengkonfirmasi bahwa ia “mengevaluasi” hubungannya dengan Activision Blizzard, mengikuti respon perusahaan tersebut terhadap tuduhan yang ditujukan kepada sang CEO, Bobby Kotick.

Dalam sebuah email yang dikirimkan kepada para staff Xbox, dan telah dilihat oleh pihak Bloomberg, Spencer menyatakan bahwa ia, dan tim leadership-nya telah “merasa sangat terganggu oleh peristiwa dan tindakan mengerikan” di Activision Blizzard.

Spencer menyatakan dalam emailnya bahwa “perilaku seperti ini tidak memiliki tempat dalam industri kami,” dan ia telah “mengevaluasi semua aspek dari hubungan [Xbox] dengan Activision Blizzard, dan akan membuat penyesuaian proaktif.”

Pada hari selasa kemarin, sebuah laporan dari Wall Street Journal telah menuduh Kotick mengetahui berbagai tindakan pelecehan seksual di Activision Blizzard, dan juga menuduhnya secara personal telah melakukan tindakan tidak baik kepada beberapa karyawan wanita.

Activision Blizzard sendiri saat ini telah menghadapi sejumlah penyelidikan mengenai pelecehan seksual terhadap para karyawan wanita, dimana sebelumnya berada di seputar developer World of Warcraft saja, Blizzard.

Namun, laporan terbaru dari WSJ mengklaim bawa permasalahan mengenai pelecehan seksual dan penganiayaan telah tersebar di perusahaan, termasuk studio yang mengembangkan game Call of Duty, Treyarch, dan Sledgehammer Games.

Kotick sendiri dituduh pernah melakukan penganiayaan kepada beberapa karyawan wanita, termasuk meninggalkan sebuah voicemail di tahun 2006, dimana ia mengancam untuk membunuh seorang asisten.

Terlepas dari laporan tersebut, Activision Blizzard dilaporkan telah mengabarkan kepada para karyawannya bahwa mereka tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim tersebut, hal ini berarti, kebijakan zero-tolerance yang belum lama ini diterbitkan tidak bisa diterapkan pada sang CEO perusahaan.

Sumber: VGC

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: