Take-Two Sebut Xbox Game Pass Kemungkinan Telah Memiliki 30 Juta Pelanggan

CEO dari Take-Two, Strauss Zelnick menyebutkan bahwa kemungkinan kini Xbox Game Pass telah memiliki pelanggan sebanyak 30 juta orang. Pada hari Rabu, Zelnick dan bos Xbox, Phil Spencer bergabung The Wrap untuk berdiskusi secara live mengenai kebangkitan dan masa depan dari industri gaming. Dalam salah satu bagian diskusi tersebut, Zelnick mengatakan kepada Spencer: “Anda memiliki sekitar 30 juta pelanggan, atau seperti itu?”

Spencer sendiri tidak menyangkal hal tersebut, dan hanya mengatakan bahwa “angka yang terakhir kali kami umumkan ke publik adalah 18 juta.”

Tidak diketahui apakah Zelnick secara tidak sengaja mengungkap rahasi Microsoft, karena bercanda mengenai keberhasilan layanan tersebut, atay hanya menyebut angka secara acak saja. Namun mengingat game Grand Theft Auto, dan Red Dead Redemption 2 pernah muncul di layanan tersebut, terdapat kemungkinan bahwa bos dari perusahaan induk Rockstar, memiliki angka atau data yang bisa dapat diakses oleh Zelnick.

Mengingat Xbox Game Pass sendiri telah dirilis pada bulan Juni tahun 2017, dan telah menarik 18 juta pelanggan pada Januari tahun ini, maka untuk bisa mencapai angka 30 juta, berarti Xbox Game Pass telah mendapatkan penambahan sebesar 12 juta pelanggan.

Microsoft sendiri pada minggu ini mengkonfirmasi bahwa mereka telah memotong harga untuk Xbox Game Pass, dan Xbox Live Gold di Chile, Hong Kong, dan Israel “berdasarkan kondisi market di sana.”

Pada saat itu, reporter dari VentureBeat, Jeff Grubb mengklaim bahwa terdapat perkiraan bahwa pelanggan Xbox Game Pass telah mencapai angka 20 juta.

Dalam presentasi Tokyo Game Show, Xbox mengumumkan bahwa Bandai Namco telah menambahkan Scarlet Nexus ke Xbox Game Pass.

Sumber: VGC

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More