Ubisoft Membutuhkan Lebih Banyak Waktu Sebelum Menampilkan Gameplay Far Cry 6

Terdapat beberapa game AAA yang dinantikan pada tahun ini, dan game Far Cry 6 merupakan salah satu dari sekian banyak game yang dinantikan. Dengan setting dan villain baru, bersamaan dengan beberapa perubahan lainnya. Namun, sepertinya para gamer masih harus menunggu lama untuk melihat bagaimana gameplay dari game tersebut.

Setelah sebelumnya Ubisoft menunda perilisan Far Cry 6 ke tahun 2021 ini, banyak gamer yang menantikan berita apa yang akan mereka dapatkan mengenai game tersebut. Sejauh ini masih belum terdapat banyak hal yang diungkap mengenai game ini, maupun gameplay-nya. Salah seorang gamer kemudian memberi pertanyaan kepada lead game designer game ini, mengenai kapan mereka menampilkan gameplay Far Cry 6.

Game design director Far Cry 6, Ted Timmins merespon pertanyaan tersebut yang dilontarkan oleh Boris di Twitter dengan mengatakan bahwa pihak studio membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengerjakan game ini, namun ia juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa konten menarik untuk diperlihatkan. Untuk saat ini, terdapat serangkaian game Ubisoft yang membutuhkan update informasi mengenai pengembangannya.

Jika tahun lalu Cyberpunk 2077 mengajarkan kepada komunitas game bahwa pengembangan video game adalah sebuah proses yang sulit, dan membutuhkan banyak waktu, fokus, dan pertimbangan, mungkin langkah yang paling baik adalah untuk menunggu sampai game tersebut benar-benar rampung. Di sisi lain Far Cry 6 merupakan sebuah proyek yang tampaknya ambisius dan memiliki target untuk lebih baik dari game-game sebelumnya, dan tentunya jika kita memilih untuk menunggu maka kita akan mendapatkan yang terbaik.

Sebagai contohnya, game The Legend of Zelda: Breath of the Wild sendiri pernah ditundah selama dua tahun penuh, dan akhirnya menjadi salah satu game favorit komunitas gaming.

Far Cry 6 saat ini masih dikembangkan.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: