MultiVersus Berencana Melakukan Overhaul Pada Sistem Hitbox

MultiVersus pada saat ini berada dalam Open Beta, dan terlepas popularitasnya yang tinggi, sejumlah pemain mendiskusikan mengenai hal apa saja yang dapat ditingkatkan sebelum perilisan penuhnya. Player First Games saat ini tengah berusaha keras untuk menghadapi sejumlah bug, dan permasalahan yang ada di MultiVersus, dan juga mencoba untuk menangani masalah server dan rollback netcode yang tengah terjadi. Dan dikonfirmasi bahwa sang developer akan melakukan sebuah overhaul besar untuk sistem hitbox game ini.

Konfirmasi ini datang dari game director MultiVersus, Tony Huynh, yang sangat aktif di Twitter dalam merespon berbagai feedback dan permasalahan yang ada sejak Open Beta game ini. Huynh sendiri merespon ke sebuah pertanyaan dari seorang gamer mengenai Finn atas prioritas serangan karakter tersebut. Pada dasarnya, mengenai serangan Finn yang tampaknya menembus serangan pemain lainnya. Huynh sendiri menjelaskan bahwa alih-alih membuat perubahan yang besar untuk Finn sekarang, Player First Games ingin menangani masalah hitbox dan hurtbox yang lebih besar terlebih dahulu.

Hitbox dan hurtbox sendiri telah menjadi sebuah topik yang besar di komunitas MultiVersus belakangan ini. Bnyak pemain yang menghubungkan masalah ini dengan sebuah mekanisme yang merek sebut sebagai “Priority,” yang di dalam game seperti Super Smash Bros. berjalan seperti sistem gunting/kertas/baru diaman sejumlah serangan mengalahkan serangan lainnya. Dipercayai bahwa MultiVersus tidak memiliki sistem Priority ini, alih-alih bergantung kepada ukuran hitbox dan hurtbox.

Yang tidak dijelaskan oleh Huynh adalah overhaul apa yang akan dilakukan pada sistem hitbox/hurtbox game ini. Dimana pihak developer masih dapat mengimplementasikan sistem Priority, namun kemungkinan mereka tidak ingin mirip dnegan Super Smash Bros., jadi terdapat kemungkinan sistem ini masih akan tetap di pertahankan.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: