Kebijakan Refund Steam Telah Membuat Seorang Developer Indie Berhenti Membuat Game

Tidak dapat dipungkiri bahwa platform Steam telah membantu untuk menggeser gaming ke era digital dengan mengizinkan para gamer PC untuk mendonwload game langsung ke PC mereka. Selgi perusahaan ini sedang sibuk mempromosikan perangkat Steam Deck mereka, kehidupan gaming di platform tersebut. Beberapa tahun yang lalu, sebuah kebijakan refund diperkenalkan, dan terdengar sebagai sebuah ide yang bagus. Namn sebuah developer indie mengalami masalah yang cukup banyak dengan kebijakan tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti membuat game sampai waktu yang belum ditentukan.

Merilis sebuah pernyataan pendek melalui akun Twitter-nya, Emika Games, kreator dari game horror Summer of ’58, dan juga beberapa game lainnya, telah mengatakan bahwa kebijakan refund Steam telah menghancurkan kesempatan studio untuk membuat game apapun di masa depan. Permasalahan ini berasal dari bahwa para pembeli meminta refund, tanpa mempertanyakan, pada game apapun yang mereka miliki kurang dari dua minggu, dan mereka mainkan kurang dari dua jam.

Dari sudut pandang pembeli, refund merupakan sebuah ide yang baik, namun kebijakan tersebut mengasumsikan bahwa seluruh game setidaknya memiliki playtime lebih lama dari dua jam. Mengingat bahwa game Summer of’ 58 dari Emika Games merupakan game horror dengan playtime yang sangat pendek, dengan rata-rata sekitar 90 menit saja, hal ini berarti para pemain bisa menyelesaikan game ini dan kemudian meminta refund. Steam tentunya akan melihat bahwa playtime untuk game tersebut kurang dari dua jam, sehingga akan memberikan refund, dimana ini telah membuat sang developer kesulitan untuk terus berkarya dalam industri ini.

Dalam pernyataan yang dibagikan di Twitter, Emika Games mengucapkan terima kasih kepada para gamer yang telah memberikan dukungan, namun masalahnya saat ini adalah mereka hanya menghasilkan sedikit uang saja, dan dengan demikian, proyek studio berikutnya, From Day to Day, tidak akan “melihat cahaya,” dan pergi dari pengembangan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More