The Knight Institute Meminta Pihak Militer AS Untuk Menghentikan Sensor Terkait Kejahatan Perang di Twitch

Baru-baru ini, The Knight First Amendment Institute di Columbia University melayangkan sebuah surat kepada US Army and Navy yang meminta mereka untuk stop melakukan ban terhadap user dari livestream Twitch. Ban ini merupakan pelanggaran dari amandemen pertama yaitu kebebasan berpendapat dan sangat tidak konstitusional menurut surat tersebut.

Belum lama ini, channel Twitch resmi US Army Esports terciduk sedang melakukan ban kepada user yang bertanya atau mengangkat topik kejahatan perang. Agar lebih diperhatikan, beberapa user mulai membanjiri kolom obrolan dengan topik yang sama dengan maksud agar di ban oleh channel ini. Channel Twitch US Army ini sudah menjadi buah bibir yang kontroversional karena dipegang oleh prajurit aktif yang menggunakan platform ini untuk merekrut anggota untuk beberapa cabang militer mereka.

Beberapa organisasi menindaklanjuti tindakan ban ini dengan kritik yang keras. The American Civil Liberties Union “menyentil” US Army dan kejadian ini menjadi peringatan pertama sebgai respon yang inkonstitusional, mengatakan bahwa “”Menyebut kejahatan perang pemerintah bukanlah pelecehan, itu berbicara jujur pada kekuasaan.”

Dan kemarin, departemen legal The Knight Institute menindaklanjuti dengan kritik dan menyoroti kejadian ini karena US Army menggunakan Twitch untuk merekrut anak-anak muda, “masalah ini bahkan lebih dari esports.” Surat itu menguraikan hak konstitusional rekrutmen militer untuk mengajukan pertanyaan kritis terkait politik pemerintah, sehingga menekan pembicaraan yang berkaitan dengan kejahatan perang merupakan tindakan yang tidak konstitusional.

Tim hukum THe Knight Institute mengklaim bahwa dengan membuka ruang untuk aktivitas ekspresif di ruang publik yang luas, dalam kasus ini di Twitch, user dilindungi oleh amandemen pertama. Pihak Army dan Navy secara hukum tidak diizinkan untuk menghapus komentar ataupun melakukan ban user karena membawa topik yang ingin mereka hindari.

Sumber : Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More