Dev Biomutant Jelaskan Kenapa Mereka Bungkam

Developer dari salah satu game action open world yang cukup dinantikan selama ini, Biomutant, akhirnya mengungkap alasan mereka bungkam selama ini. Terlepas dari rencana untuk merilis game tersebut pada tanggal 25 Mei nanti, developer Experiment 101 jarang terdengar kabarnya.

Untuk gamenya sendiri memiliki hal yang unik sendiri jika dibandingkan dengan game RPG lainya. Dari deskripsi, para pemain akan menikmati pertarungan bergaya seni bela diri, shooting, dan kemampuan untuk bermutasi. Semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan sang prontagonis yang dapat dikustomisasi. Dengan berbagai hal yang telah dijanjikan menjelang perilisan, pihak developer memilih untuk fokus pada game tersebut.

Namun, Stefan Ljungqvist, sang kepala studio, menjelaskan alasan mengapa mereka diam selama ini. Sebagai tim kecil yang hanya terdiri dari 20 orang saja, Untuk membuat game yang ambisius seperti Biomutant dibutuhkan dedikasi untuk prosesnya. Ljungqvist menegaskan keinginan tim untuk tetap berukuran kecil, namun dengan hal tersebut muncul beberapa batasan saat mengerjakan permainan sebuah game yang besar. Untuk memastikan bahwa berbagai bagian dalam game dapat bekerja dengan baik ketika dirilis, para developer telah menghabiskan hari-harinya untuk menghilangkan berbagai bug yang ada.

Experiment 101 memilih untuk tidak menampilkan produk ini sehingga game ini dapat memenuhi harapan para gamer. Meski demikian, terdapat beberapa aspek lain yang memakan waktu. Ljungqvist menyebutkan bahwa skrip game ini bertumbuh dari 85 ribu kata menjadi 250 ribu. Perkembangan ini akhirnya mendorong sang developer untuk meningkankan detail gameplay dari Biomutant agar bisa menyamai dialog yang ada. Beberapa dari hal ini adalah sistme karma, tutorial yang lebih dalam, dan bahkan 13 bahasa yang berbeda.

Biomutant sendiri nantinya akan dirilis pada tanggal 25 Mei 2021 untuk PC, PS4, dan Xbox One.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: