Karyawan FromSoftware Sebut Bekerja di Studio Seperti Bermain Dark Souls

Elden Ring merupakan salah satu video game yang sukses pada tahun 2022 ini, dan tampaknya ada yang harus dibayar atas kesuksesan tersebut. Dimana terdapat kabar mengenai sejumlah rumor mengenai tindak crunch dan upah yang rendah dalam studio FromSoftware.

Game terbaru FromSoftware telah mendapatkan kesuksesan yang besar, dan hal tersebut tercermin pada penjualan game tersebut. Elden Ring sendiri ketika dirilis berhasil menjadi game dengan perilisan terbesar di YouTube.

Sayangnya, sama seperti kebanyakan game AAA yang sukses besar, cukup banyak rumor mengenai crunch, waktu kerja yang panjang, dan upah yang rendah meliputi FromSoftware.

Rumor ini dimulai pada bulan Maret, sesaat setelah perilisan Elden Ring. Pertama kali ditemukan oleh pihak The Gamer, tampaknya sejumlah karyawan FromSoftware mengunjungi Career Connection untuk mendiskusikan kondisi kerja yang buruk, dan upaya yang rendah.

Untuk konteknya, Career Connection mririp dengan Glassdoor dimana kayawan yang ada saat ini maupun mantan karyawan dapat memberikan ulasan kepada pemberi kerja mereka untuk memberikan informasi kepada calon pekerj amengenai kondisi kerja di perusahaan.

Ulasan yang ada di Career Connection beragam mulai dari tahun 2012 hingga 2019, dengan kepuasan karyawan FromSoftware berada di 2,6 dari 5. Para karyawan mengutip upah yang rendah, tidak ada cuit hamil, dan yang lainnya.

Kini, beberapa bulan setelah beberapa bulan perbincangan mengenai ulasan yang buruk pada kondisi kerja FromSoftware, GamesIndustry.biz mengungkap lebih banyak lagi dari karyawan studio tersebut mengenai bagaimana keadaan kerja mereka di developer Elden Ring. Dilansir dari laporan tersebut, sejumlah sumber menyebutkan bahwa terdapat tingkatan crunch di FromSoftware.

Tingkat crunch di studi tampaknya bervariasi dari satu departemen ke departemen lainnya. Salah Satu sumber mengatakan bahwa mereka hampir tidak pernah bekerja lembur, sedangkan sumber yang lain menyebutkan selama periode penting dari perilisan game, Ia harus bekerja dari pagi buta dan lembur selama dua hingag tiga bulan.

Terdapat sumber yang mengklaim bahwa upah lembur hanya setengah dari upah rata-rata ham biasanya, dimana berbeda dari kebanyakan perusahaan Jepang dimana upah lembur lebih tinggi dibandingkan upah jam biasa.

Selain itu terdapat sejumlah karyawan lainnya yang menyebut bekerja di FromSoftware menghadirkan pengalaman yang luar biasa. Dimana salah seorang karyawan bahkan menghubungkan FromSoftware dengan game Dark Souls, dengan menyebutkan bahwa awalnya memang kewalahan, namun jika sudah melewatinya terasa sama seperti mengalahkan bos di Dark Souls.

Sumber: IGN

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: