Pertarungan Epic Dengan Apple Selesai Dengan Apple Diminta Untuk Melonggarkan Kebijakan Pembayaran iOS

Apple akhirnya diperintahkan untuk mengizinkan para developer iOS untuk terhubung dengan opsi pembayaran dari luar di aplikasi mereka sendiri, dimana kasus pengadilan Epic melawan Apple telah sampai pada kesimpulan ini di hari Jumat kemarin.

Gugatan antimonopoli dari Epic terhadap pembuat iPhone dimulai pada bulan Agustus 2020 setelah Epic menghdirkan opsi pembayaran langsung di Fortnite untuk menghindari biaya platform Apple, yang berujung dengan penghapusan game tersebut dari App Store.

Epic telah menyebutkan bahwa pembayaran biaya sebesar 30 persen oleh Apple terlalu tinggi dan berlebihan dibandingkan dengan biaya operasionalnya. Karena perusahaan iPhone tidak mengizinkan store pesaing apapun di platform iOS, sehingga mengkontrol aplikasi yang dirilis di platform tersebut. Epic kemudian menuduhnya menjalankan “monopoli teknologi.”

Pada hari Jumat kemarin, Hakim Yvonne Gonzalez Rogers memihak Epic hanya pada satu dari tuduhan yang ditujukan kepada Apple, dan juga berpihak kepada apple pada salah satu tuntutan baliknya. (GamesIndustry.biz)

Dalam satu-satunya keputusan Epic yang berhasil, mulai 9 Desember Apple tidak akan lagi diizinkan untuk membatasi developer dari menyertakan link atau tombol yang mengarahkan pengguna ke opsi pembayaran eksternal, dimana mereka dapat membayar tanpa mendapatkan potongan dari Apple.

Para developer juga akan diizinkan untuk menggapai para pelanggannya secara langsung untuk mengiklankan opsi pembayaran eksternal.

Dalam putusannya yang diterbitkan pada hari Jumat, Gonzalez Rogers setuju bahwa pembatasan Apple terhadap metode semacam itu melanggar Unfair Competition Law California, dan mengeluarkan perintah permanen kepada Apple.

Namun, Apple berhasil memenangkan mayoritas kasus tersebut.

Hakim setuju bahwa Epic telah melanggar kontraknya ketika mengizinkan pengguna untuk membeli Fortnite V-Bucks secara langsung, dan menghindari potongan 30 persen App Store. Dengan demikian, Epic harus membayar kembali 30% dari sekitar 12 juta USD yang diperolehnya dari Agustus hingga Oktober 2020, ditambah 30% dari uang yang dikumpulkan menggunakan metode langsung sejak itu.

Hakim juga menolah klaim Epic bahwa Apple berusaha untuk mempertahankan para pelanggannya di ekosistem iOS sebagai  perilaku anti persaingan, dan menyimpulkan bahwa hal tersebut bukanlah monopoli.

Sumber: VGC

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: