Yuji Naka Kembali Menyerang Square Enix

Mantan kepala Sonic Team, Yuji Naka telah membagikan cuitan lainnya mengenai pengembangan Balan Wonderworld, mengikuti keputusannya untuk mengedit sebuah foto lama untuk menghapus rekan kerjanya dari game tersebut.

Naka sebelumnya telah membagikan sebuah cuitan pada hari Selasa kemarin untuk merayakan ulang tahun ke 26 dari salah satu game Sonic Team di Saturn, Nights Into Dreams.

Dalam cuitanya berisikan sebuah foto presentasi ketika Nights Into Dreams pertama kali diumumkan, nama Naka telah mengedit foto tersebut untuk menghapus Naoto Oshima dari situ. Oshima sendiri bekerja dengan Nama di Sonic the Hedgehog, Naka merupakan programmer, dan Oshima merupakan character designer, dan keduanya bertemu kembali untuk mengembangkan Balan Wonderworld untuk Square Enix.

Namun, pengembangan dari game tersebut menjadi sangat buruk, dimana Naka kemudian menggugat Square Enix, dan mengklaim bahwa ia telah ditarik dari proyek game tersebut enam bulan sebelum perilisannya.

Dalam cuitan tersebut, sejumlah follower Naka menyebut bahwa Oshima telah dihapus dari foto tersebut, yang membuat Naka menjelaskan hal tersebut melalui serangkaian cuitan, dimana ia tidak setuju dengan perlakuan yang ia dapatkan dari Square Enix.

“Bagaimana rasanya jika kalian tiba-tiba ditarik dari sebuah game yang sedang kalian usahakan selama lebih dari dua tahun, dan ketika di pengadilan, kalian menyadari bahwa mereka telah membicarakan saya di belakang melalui dokumen pengadilan, dan karena itu Saya ditarik dari game?” tanya Naka.

“Pembuat game membuat game dengan sepenuh hati untuk orang-orang yang memainkannya. Tidakkah kalian berpikir bahwa orang dan perusahaan yang tidak bisa mengurus game itu tida baik? Alih-alih berbicara di belakang Saya, setidaknya bukannya harus memberitahu mereka langsung sebelum mencabut mereka?”

Reaksi dari cuitan Naka ini mendapatkan banyak respon, dengan sejumlah orang menyebutkan bahwa Naka merupakan orang yang bertanggung jawab atas dibatalkannya Sonic Xtreme, dimana membuat sejumlah developer studionya di Amerika jatuh sakit hingga salah seorang disebutkan hanya memiliki waktu enam bulan untuk hidup.

Yang lainnya mengutip soal Geist Force, dimana seharusnya dirilis bersamaan dengan konsol Dreamcast sebelum akhirnya Naka menutup proyek tersebut.

Sumber: VGC

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: